Pelibatan Orang Tua Kunci Utama Optimalkan Tumbuh Kembang Anak Disabilitas

Konselor UPTD Pusat Layanan Disabilitas ( PLD) Dinas Sosial kota Denpasar, Yunita Hadi,S.Pd., dalam program acara Obrolan Komunitas di Programa 4 RRI Denpasar beberapa waktu lalu mengatakan Pelibatan orang tua merupakan kunci utama dalam mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan disabilitas. Keterlibatan orang tua secara otomatis menjadi penting, karena di rumah, anak lebih banyak bersama orang tua sehingga cara mengasuh dan mendidik anak dengan disabilitas juga harus tepat.

Yunita pun memberikan contoh misalnya anak autis biasanya kegiatannya terpola, jika orang tua tidak tahu pola anaknya, maka anak tersebut akan sering marah. Jadi dalam mendidik anak autis di rumah, harus benar – benar disiplin dan terpola. Ibarat kertas putih orang tua mau menggambar dan membentuknya seperti apa itulah nanti yang akan terjadi dan dipelajari oleh anak.

Diungkapkan Yunita dalam melakukan terapi di Pusat Layanan Disabilitas ( PLD ) Kota Denpasar pihaknya pun melibatkan orang tua dalam program parenting. Program tersebut rutin dilakukan untuk membuka kesempatan kepada orang tua yang mau berkonsultasi dengan datang langsung ke pusat layanan ataupun melalui telepone serta melalui whatsapp.

“ Melalui layanan konseling kami mengoptimalkan pelibatan orang tua. Kami melakukan penyuluhan dan pendampingan. Tidak hanya orang tua yang datang berkonsultasi tapi sekarang banyak juga sekolah yang sudah datang, karena kami bekerjasama juga dengan sekolah penggerak. Jadi banyak sekolah penggerak yang memanfaatkan MOU ini untuk mendidik dan melatih guru -guru agar mereka bisa menangani anak – anak disabilitas atau anak yang berkebutuhan khusus” ujar Yunita.

Dikatakan, satu anak disabilitas atau yang berkebutuhan khusus dengan anak yang memiliki gangguan lainnya mempunyai karakteristik berbeda serta pendekatannya pun berbeda -beda. Menurut Yunita orang tua harus banyak belajar terlebih di era sekarang serba digital sehingga orang tua bisa berkonsultasi kapanpun dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Pihak UPTD PLD siap menerima orang tua jika ingin sharing atau berkonsultasi.

Yunita menjelaskan dalam mengoptimalkan pelibatan orang tua terkait mengoptimalkan tumbuh kembang anak dengan disabilitas pihaknya terkadang mengalami kendala terkait kerjasama orang tua dalam menangani anak – anak karena orang tua kurang keterbukaan terkait kondisi anak, pola makan, pola istirahat dan kegiatan sehari – harinya. Misalnya anak hiperaktif rata – rata alergi terhadap makanan, ada zat makanan tertentu yang tidak bisa dicerna oleh tubuhnya. Dalam hal ini pihaknya membutuhkan pelibatan orang tua untuk melakukan diet makan kepada anak.

“Jadi dalam terapi tumbuh kembang anak disabilitas sangat penting pelibatan orang tua. Misalnya terkait diet makan bukan berarti mengurangi porsi makan, tetapi mengganti makanan menjadi lebih sehat. Selain itu dalam melaksnakan terapi juga butuh kerjasama orang tua, jadi di rumah juga harus diulangi terapi tersebut. Sehingga penting bagi kami menjalin kolaborasi dengan orang tua agar pola asuh dan penanganan anak disabilitas di rumah bisa tepat sehingga mendukung tumbuh kembang anak” pungkasnya.

sumber: https://www.rri.co.id/bali/lain-lain/1185707/pelibatan-orang-tua-kunci-utama-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-disabilitas